Dipuji Jokowi, Ruhut Beber Cara Datangkan Presiden ke Kongres

Anggi Kusumadewi, CNN Indonesia | Rabu, 13/05/2015 09:06 WIB
Dipuji Jokowi, Ruhut Beber Cara Datangkan Presiden ke Kongres Politikus Demokrat Ruhut Sitompul. (Antara/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama Ruhut Sitompul bersinar di Kongres IV Demokrat. Ia dipuji-puji oleh Presiden Jokowi yang memberikan pidato sambutan pada acara pembukaan Kongres Demokrat di Hotel Shangri-La, Surabaya, Jawa Timur, Selasa malam (12/5).

“Pak SBY, mohon Ruhut diberikan penghargaan,” kata Jokowi usai menceritakan deretan upaya Ruhut mendatangkannya ke pembukaan Kongres Demokrat. Hadirin pun tersenyum dan tertawa mendengar pujian Jokowi untuk Ruhut itu. (Baca: Jokowi Ungkap Bujukan Maut Ruhut)

Ruhut menyatakan Jokowi terlalu membesarkan dia. “Mungkin Pak Jokowi tak mau saya terlalu merendah. Dia sangat menghormati persahabatan kami. Selama ini saya selalu membela Pak Jokowi, termasuk saat dia ‘diserang’ partainya sendiri, partai penguasa rasa oposisi,” ujar politikus Demokrat itu kepada CNN Indonesia, Rabu (13/5).


Sejak awal, ujar Ruhut, dia memang mengupayakan segala cara agar Jokowi dapat menghadiri pembukaan Kongres Demokrat demi hubungan baik antara Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Demokrat sekaligus Presiden RI keenam, dengan Jokowi selaku Presiden RI saat ini yang juga kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

“Sebagai pendukung setia Bapak SBY, aku memohon Pak Jokowi untuk hadir. Saya telepon, saya SMS,” ujar Ruhut.

Menurut anggota DPR itu, upaya gencar mendatangkan Jokowi ia mulai saat mendengar kabar dari Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno bahwa Jokowi menugaskan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk hadir di pembukaan Kongres IV Demokrat.

Saat itu, kata Ruhut, dia langsung berpikir jangan sampai Presiden tak datang, dan karenanya segera mengirim pesan ke Jokowi. “Terima kasih Pak Jokowi masih menghormati persahabatan denganku. Aku mohon dengan sepuluh jari Pak Jokowi transit sebentar di Surabaya untuk datang ke pembukaan Kongres Demokrat,” demikian kira-kira isi pesan Ruhut. (Baca SBY: Jangan Ganggu Jokowi)

Jokowi enam hari terakhir melakukan kunjungan kerja ke Maluku, Papua, dan Papua Nugini. Maka kemarin saat lawatannya berakhir dan Jokowi bertolak dari Papua Nugini menuju Jakarta, ia transit di Surabaya seperti permintaan Ruhut.

Dalam pidatonya di pembukaan Kongres Demokrat, Jokowi bercerita Ruhut meneleponnya sampai tiga kali, yakni ketika rombongan Presiden berada di Jayapura, Merauke, dan Papua Nugini. Selain menelepon, Ruhut pun mengirim SMS. Jokowi pun akhirnya takluk kepada upaya kukuh Ruhut.

Ruhut menyatakan, dia bukannya tak senang jika Wakil Presiden Jusuf Kalla yang hadir di pembukan Kongres Demokrat. Namun demi hubungan baik antara SBY dan Jokowi, dia tak putus asa membujuk Jokowi. “Aku maunya Presiden datang,” kata Ruhut.

Menurut Ruhut, ia memang punya hubungan baik dengan orang-orang Jokowi. “Aku tahu Pak Menkopolhukam, (Kepala Staf Kepresidenan) Luhut Binsar Panjaitan, (Menteri Dalam Negeri) Tjahjo Kumolo. Aku kenal mereka bukan ujuk-ujuk,” ujar Ruhut. (Baca: Sambutan Riuh Peserta Kongres Demokrat Saat Jokowi Tiba)

Ia mengatakan selalu menjaga relasi baik dengan siapapun karena satu alasan. “Hidup ini take and give. Persahabatan bukan ujuk-ujuk. Kalau ujuk-ujuk kan bersahabat karena siapa dia. Aku tak begitu,” kata Ruhut.

Dengan Tjahjo misalnya, Ruhut mengatakan pernah sama-sama berkiprah di Komite Nasional Pemuda Indonesia. Tjahjo yang mantan Sekretaris Jenderal PDIP memang pernah menjabat Ketua Umum KNPI.

“Tiga tahun Tjahjo ‘diganggu’ terus di KNPI. Aku yang pasang badan. Enam bulan pertama Jokowi ‘diserang,’ Ruhut juga bela,” kata pria kelahiran Medan itu.

Ruhut mengatakan sedari mula ia telah melapor ke SBY dan Ani Yudhoyono bahwa Jokowi akan hadir. Meski banyak kader yang meragukan ucapannya, menurut Ruhut SBY dan Ani percaya kepada dia.

Cairkan ketegangan

Demokrat sejak awal memang berharap Jokowi hadir. “Akan lebih baik jika Presiden datang. Kita tahu citra hubungan Demokrat dan PDIP selama ini. Kehadiran Jokowi setidaknya bisa mengubah citra dan membangun kultur yang lebih baik. Indonesia juga butuh tradisi politik yang saling menghormati antara Presiden yang sudah dan sedang menjabat,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Demokrat Ulil Abshar Abdalla.

Meski mengklaim tak merengek agar Jokowi hadir di pembukaan Kongres, Demokrat menilai kehadiran Jokowi merupakan sinyal perbaikan hubungan antara Demokrat dan PDIP sebagai partai tempat Jokowi bernaung. 

Hubungan antara SBY dan Megawati selama ini dikenal penuh ketegangan. Hal ini bermula sejak SBY mengundurkan diri sebagai Menteri Pertambangan dan Energi di era Megawati. SBY kemudian mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilu 2004, menantang mantan atasannya itu. Padahal sebelumnya ia mengatakan tak berminat menjadi calon presiden.

Pada akhirnya SBY yang maju di Pemilihan Presiden 2004 bersama Jusuf Kalla berhasil mengalahkan Megawati yang waktu itu berpasangan dengan Hasyim Muzadi. Sejak saat itu, ‘permusuhan’ antara SBY dan Megawati tak pernah benar-benar pudar. (Baca: Demokrat Bantah Dekati Megawati demi Posisi di Pemerintahan)

Kepada SBY dan seluruh peserta Kongres Demokrat, Jokowi mengatakan selalu menyempatkan hadir di acara-acara penting partai politik karena menyadari peran penting partai dalam demokrasi. (agk/agk)