"Saya telah membuatkan jam tangan untuk prajurit, Danramil dan Babinsa serta Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan untuk pos-pos terluar. Ada 55 ribu unit yang akan saya bagikan, cukup banyak untuk kalian”, kata Moeldoko saat mengunjungi Korem 043/Gatam Lampung, Selasa (19/5).
Moeldoko berharap, jam-jam tangan itu dapat membuat anggota TNI lebih giat bekerja dan melayani masyarakat. Namun, ia berpesan satu hal. "Jam tangan yang saya berikan jangan dijual ya," ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada kesan lain pada kunjungan Moeldoko ke Korem 043/Gatam Lampung ini. Ia menuturkan, kehadirannya di Lampung merupakan wujud perpisahan kepada para prajuritnya.
Jika Moeldoko mulus menyelesaikan masa jabatannya, ia akan genap memimpin angkatan bersenjata Indonesia selama 22 bulan. Ia dilantik menjadi panglima TNI akhir Agustus 2013 silam.
Soal jam, Moeldoko memang tak bisa jauh-jauh dari alat pengingat waktu itu. Sebelum ini, muncul kontroversi soal jam tangan mahal miliknya. Mengaku mengoleksi banyak jam tangan, media Singapura sempat menyoroti jam tangan Moeldoko yang disinyalir berharga lebih dari Rp 1 miliar.
Untuk membuktikan tudingan tersebut keliru, Moeldoko sambil berkelakar pernah membanting jam tangan hitam yang dipakainya pada tangan kanan.
Usai bertemu Panglima Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Emmanuel Bautista di Hotel Borobudur di Jakarta, April 2014, Moeldoko menyatakan jam tangan yang dimilikinya tidak orisinil dan berharga tak lebih dari Rp 5 juta.
Lebih dari itu, Moeldoko juga tercatat memiliki harta kekayaan yang melimpah. Data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di Komisi Pemberantasan Korupsi per 25 April 2012 terlihat, Moeldoko mempunyai kekayaan senilai lebih dari Rp 36 miliar. Catatan tersebut dibuat saat Moeldoko masih menjabat Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional. (hel)