Sidak bukan hanya digelar di Pasar Cipinang, dan ini bukan pula yang terakhir. Usai sidak terbuka kali ini, tim dari Polda Metro Jaya akan terus turun ke pasar-pasar secara diam-diam untuk memantau dan mencegah peredaran beras plastik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Setelah kami mengecek, di sini belum ditemukan beras yang diduga sintetis,” kata Kepala Tim Sidak, Iptu Anang Prabowo, di Pasar Induk Cipinang.
Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, Tim Khusus Polda Metro Jaya tiba di Pasar Induk Cipinang pukul 12.30 WIB. Setelah bertemu Kepala Pasar Eri Muhtarsyid, mereka langsung melakukan sidak ke tujuh kios.
Dalam sidak ini, polisi mengambil sampel 20 jenis beras yang masing-masing dikumpulkan dalam plastik bening. Beras-beras itu akan diuji di laboratorium guna dicari tahu apakah asli atau tidak. (Baca: Uji Beras Plastik, Kepolisian Datangi Kementerian Pertanian)
Polda Metro Jaya hari ini juga melakukan sidak ke beberapa pasar besar lainnya di Jakarta seperti di Senen, Kramat Jati, Grogol, dan Depok. (Baca: Sidak Beras Plastik, Polda Metro Jaya Kerahkan 100 Personel)
Beras plastik pertama kali terungkap berdasarkan laporan warga yang membelinya di Pasar Mutiara Gading, Bekasi. Penjual beras itu telah diinterogasi oleh polisi dan mengaku memperoleh beras tersebut dari distributor di Karawang.
Ia tak menerima beras plastik langsung dari distributor di Karawang tersebut, melainkan melalui penjual lain. Toko miliknya kini ditutup, dan beras plastik yang dijual di sana sedang diuji sampel oleh BPOM serta Kementerian Pertanian. (agk)