Pagi ini, tim Direskrimum dijadwalkan mendatangi kediaman organisator puluhan warga asing tersebut pembobol kartu kredit warga Tiongkok itu. "Sudah ada pengembangan. Koordinatornya sudah kami tangkap. Nanti pukul 09.00 kami akan mendatangi sebuah tempat di Kemang yang menjadi tempat tinggal dia," ujar Krishna saat dihubungi CNN Indonesia, Senin (25/5).
Penangkapan 29 warga asal Tiongkok ini merupakan pengungkapan ketiga kalinya, dalam kurun waktu satu bulan yang dilakukan oleh Direskrimum Polda Metro Jaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, selang tujuh hari kemudian, Direktorat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali melakukan penggerebekan terhadap puluhan warga asing asal Tiongkok dan Taiwan di sebuah rumah toko, di kawasan Pantai Indah Kapuk, Cengkareng, Jakarta Utara.
Ruko tersebut diduga menjadi tempat penyimpanan data dan server yang menjadi jalur kelompok penipuan ini melancarkan kejahatannya.
Penggerebekan ruko dilakukan setelah aparat mendengar informasi dari warga sekitar perumahan Elang Laut, mengenai adanya aktifitas mencurigakan di sebuah rumah toko penjual alat perlengkapan bayi.
Dalam temuan tersebut, polisi menemukan bahwa puluhan warga asing itu masuk ke Indonesia dengan menggunakan paspor resmi. Meski demikian, polisi tetap meminta pihak keimigrasian untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sedangkan yang terbaru, penangkapan dilakukan di kawasan perumahan elite Pondok Indah. Sebanyak 29 warga asing diamankan polisi. Selain mengamankan kelompok yang diduga masuk dalam kelompok cyber crime itu, polisi juga mengamankan 10 gram narkotik jenis sabu dan beberapa butir ekstasi.
Dengan adanya tiga penangkapan tersebut, Krishna memastikan bahwa tak hanya mengajak pihak imigrasi untuk ikut membongkar kasus ini. Polisi memastikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk bersama-sama menelusuri kejahatan dunia maya ini.
"Yang dulu kan tiap ada temuan seperti ini langsung dideportasi. Sekarang kami sudah mengundang Kominfo untuk duduk bareng mencari tahu kenapa bisa seperti ini," kata Krishna.