"Kami akan membangun 7 ribu unit rusun untuk disewakan dengan ukuran 30 meter persegi," kata gubernur yang akrab disapa Ahok ini dalam pidato sambutannya di Jakarta Fair 2015, tadi malam, Jumat (29/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menempati rusunawa tersebut, calon penghuni pun tidak diberi persyaratan yang terlalu sulit. Yang penting ia bekerja di Jakarta dan mau menyewa rusun. Jika persyaratan ini terpenuhi, mereka pun bisa menempati unitnya segera.
"Sekalipun bukan KTP DKI, tidak apa-apa karena kalau dia bukan KTP DKI dia tidak akan beli rumah di sini. Dia pasti bolak-balik,buang jam, buang uang," kata Ahok.
Satu unit rusunawa di kawasan Kemayoran ini nantinya memiliki tarif Rp 2 juta atau Rp 3 juta dalam satu bulan. "Daripada bolak-balik, suami istri, bisa habis Rp 3-5 juta sebulan. Jadi uangnya itu dia bisa saving buat beli rumah," ujar Ahok.
Rencana program Ahok kali ini pun ternyata mendapat dukungan penuh dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). "Terima kasih khusus Pak Wapres yang begitu gigih mendorong agar di komplek Kemayoran ini memiliki superblok untuk kelas menengah ke bawah," ujar Ahok.
JK pun semangat dengan rencana mereka yang bisa membantu rakyat yang lebih luas lagi. "Kalau masyarakat yang tidak mampu tinggal jauh ongkosnya mahal. Kita berdosa kalau tanah negara dipakai untuk rumah mewah. Maka itu kami siapkan hampir 100 hektar untuk rumah masyarakat di sini," kata JK.
Pemikiran Ahok dan JK memang terbilang hampir serupa. Mereka menyadari bahwa selama ini pembangunan di Kemayoran 'berat sebelah'. "Ini Kemayoran milik rakyat jangan apartemen mewah saja yang diurus," kata Ahok. (meg)