Soal keributan yang terjadi antara massa FBR dengan sekuriti Mall of Indonesia yang terjadi pada Jumat pekan lalu, Ahok menyatakan menyerahkan penyelesaian keributan tersebut kepada pihak yang berwajib. "Itu polisi sudah yang akan melakukan penyidikan lebih lanjut," ujarnya.
Ketika awak media menanyai lebih mendalam perihal perkembangan keributan tersebut, Ahok hanya tersenyum memasuki kendaraannya lalu meninggalkan lokasi. (Baca juga: Kesbangpol DKI Sebut Tak Mudah Bubarkan FBR)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menetapkan 12 orang sebagai tersangka, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan 40 anak panah, 13 ketapel, dua bilah golok, empat buah tombak, serta sebuah bendera FBR dari gardu parkir yang menjadi teempat kejadian perkara (TKP) bentrokan kemarin. (Baca juga: Kronologi Bentrok FBR dengan Satpam di Kelapa Gading)
Mereka adalah IS, B, KA, dan S. Kedatangan anggota FBR ini, sebut polisi, diduga untuk meminta uang jatah keamanan wilayah. Keempat anggota FBR ini pun menemui satpam pusat perbelanjaan itu.
Adu mulut soal dugaan permintaan uang jatah keamanan ini memanas yang memicu pemukulan yang dilakukan oleh satpam MOI terhadap anggota FBR. Sebanyak 10 orang satpam mal yang terlibat dalam pemukulan itu. (Baca juga: Polisi Tetapkan 12 Tersangka Keributan di Mal of Indonesia)
Anggota FBR yang lain, lanjut polisi tampaknya tidak terima dengan pemukulan yang dilakukan oleh satpam mal terhadap kawannya. Pada sore hari, FBR wilayah Jakarta Utara, melakukan mobilisasi massa untuk mendatangi Mall of Indonesia.
Sekira pukul 15.00 WIB, mereka sampai di depan Mall of Indonesia. Terjadilah lagi keributan antara satpam mal dengan anggota FBR. Bentrokan itu memicu kemacetan dan juga ketakutan bagi para pengunjung mal. Gardu parkir rusak, CCTV serta beberapa mobil pengunjung. (hel)