"Gaji kami kurang lebih totalnya 78.000 Dollar Amerika lebih yang belum dibayarkan, perusahaan bangkrut, kapal ditahan dan akan dijual karena pemilik menunggak hutang. Harga kapal tak cukup untuk bayar hutang dan sehingga gaji kami dan kepulangan kami di ulur-ulur" ujar Barep Sanjaya, salah satu korban yang berstatus taruna di PIP semarang mengadu kepada Serikat Pekerja Indonesia Luar Negeri (SPILN) via telepon pada Jumat pekan lalu.
Menurut Barep, dirinya berangkat melalui PT. CPT di kawasan MT. Haryono, Jakarta untuk ditempatkan di atas kapal Sunflower E. Genova, sebuah kapal General Cargo berbendera Italia milik perusahaan Energy Shiping Srl Italy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi laporan tersebut SPILN telah menghubungi otoritas setempat. "Kami sedang berusaha semaksimal mungkin agar gaji mereka dapat dibayar dan segera dipulangkan ke Indonesia" ujar salah seorang kru kapal asal negara asing kepada SPILN lewat pesan singkat.
SPILN berencana akan memberikan bantuan kepada para pelaut untuk mengadukan hal ini kepada instansi pemerintah terkait untuk melayangkan surat resmi kepada yang mempunyai kewenangan. "Kami sedang tunggu salah satu perwakilan keluarga korban datang ke Jakarta untuk kita dampingi nantinya" kata SPILN.