"Dilihat dari sisi prioritas, ada di laut dan udara. Yang masih banyak titik loophole itu di laut dan udara," ujar Mahfudz di Gedung DPR, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seorang kepala staf di kepalanya bukan hanya berpikir sektoral angkatan yang dia urus. Tapi dia sudah berfikir trimatra terpadu," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera ini.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriyatna mengatakan dirinya siap apabila dipercayakan untuk menjabat sebagai Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo. Memang, melihat urutannya, sudah giliran angkatan udara mengisi posisi panglima TNI.
Dalam Pasal 13 ayat 4 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, disebutkan panglima dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.
Panglima TNI saat ini Jenderal Moeldoko berasal dari Angkatan Darat dipilih untuk menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang berasal dari Angkatan Laut. Sebelum Agus Suhartono ada nama Marsekal Djoko Suyanto, perwira Angkatan Udara yang menjabat jadi Panglima TNI. (sur)