Ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel mencurigai penyebab kematian Angeline yang selama ini hilang dan diduga diculik dilakukan dengan berbagai kekerasan. “Termasuk kekerasan seksual,” kata Reza kepada CNN Indonesia, Rabu (10/6).
Reza mengatakan polisi dapat menelusuri dari tanda-tanda yang ada pada jenazah Angeline. Menurut Reza, memang tidak mudah untuk melakukan pengusutan mengingat Angeline sudah dikubur sekitar tiga pekan lalu. “Ini menjadi tugas dan tantangan polisi,” ucap master psikologi forensik pertama di Indonesia ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain ada petugas satuan pengamanan atau Satpam di rumah korban, juga ada laki-laki yang sehari-hari bertugas memberi pakan ayam. Angeline diketahui selama tinggal bersama ibu angkatnya saban hari bekerja mengurus kandang ayam.
Bukti-bukti lain dari penyebab kematian Angeline, lanjut Reza, juga harus dicari untuk menjerat hukuman lebih berat pada si pelaku. “Apakah ada unsur penyiksaan atau kekerasan terlebih dulu yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban, implikasinya beda nanti di KUHP bagi pihak pelaku,” ujar Reza.
Polisi menemukan jasad Angeline di halaman rumahnya di dekat kandang ayam pada pukul 11.30 WITA. Di atas tanah tempat Angeline dikubur ada tumpukan-tumpukan sampah.
Angeline ditemukan oleh polisi setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat dan juga kalangan media yang mencurigai keluarga angkat Angeline. Polisi kemudian melakukan penelusuran kembali di rumah yang berlokasi di Jalan Sedap Malam Nomor 26, Sanur, Denpasar, itu.
Ketika itulah aparat Kepolisian mencurigai adanya bau yang tidak enak yang berasal dari pekarangan rumah korban. Setelah diteliti bau berasal dari gundukan tanah yang tidak beraturan. Di atas gundukan tanah itu ada sampah dan setelah digali polisi ternyata ada mayat Angeline bersama bonekanya yang terbungkus bed cover putih. (Baca: Misteri Jasad Angeline dan Boneka yang Jadi Saksi Bisu)
Hilangnya Angeline selama ini banyak membetot perhatian publik, tak terkecuali pejabat tinggi negara. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi turut mendatangi rumah korban. Mereka mendesak Kepolisian mencari Angeline hingga ditemukan. (obs)