BBPOM Aceh Temukan 12 Karung Mi Berformalin

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Kamis, 11/06/2015 01:18 WIB
BBPOM Aceh Temukan 12 Karung Mi Berformalin BBPOM Aceh menemukan sedikitnya 12 karung mi mengandung boraks dan berformalin (NTARA FOTO/Agus Bebeng)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Balai Besar Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh Syamsuliani mengatakan pihaknya telah menemukan 12 karung mi yang mengandung boraks dan formalin. Temuan ini didapatkan dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh BBPOM Aceh di beberapa pasar pada Rabu (10/6).

Dari 13 sarana distribusi yang disidak, Syamsuliani mengatakan hanya ada dua yang tidak menggunakan formalin dan boraks. "Kami temukan 12 karung mi yang mengandung boraks dan formalin. Kami juga menemukan tiga jeriken formalin, ada tawas, dan serbuk yang belum teridentifikasi," kata Syamsuliani dalam sambungan video conference yang dilakukan BPOM Pusat di Jakarta, Rabu (10/6).

Sidak yang dilakukan BBPOM Aceh ini merupakan sebuah upaya untuk menindaklanjuti temuan sebelumnya. "Kami melakukan sidak bersama Pemerintah Kabupaten/Kota, Satpol PP, Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan), dan Dinkes (Dinas Kesehatan), kami sidak mi di pasar karena dari evaluasi dan pengujian ditemukan formalin dan boraks," ujar Syamsuliani.


Selain menemukan mi yang mengandung boraks, dalam intensifikasi pengawasan pangan yang dilakukan sejak tanggal 25 Mei- 9 Juni 2015, BBPOM Aceh juga menemukan produk rusak dan kedaluwarsa.

"Kami masih menemukan produk rusak dan kedaluwarsa. Produk Tanpa Izin Edar (TIE) ada dua item, produk rusak ada 14 item, dan produk kedaluwarsa ada 16 item," jelas Syamsuliani.

Selain Aceh, dalam video conference tersebut BBPOM Makassar juga menemukan pelanggaran di wilayahnya. Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM Makassar Hamka Hasan mengatakan pihaknya menemukan gudang yang mencampur produk berkualitas baik dengan produk rusak.

"Ada salah satu gudang yang kami temukan, isinya produk minuman merek terkenal. Penyimpanan produk pangan di gudang itu masih bercampur produk bagus dan rusak. Ada kemungkinan produk rusak dan kadaluwarsa itu ikut terjual," kata Hamka.

Tak hanya itu, BBPOM Makassar juga menemukan produk pangan Tanpa Izin Edar (TIE) yang berasal dari beberapa negara. "Pangan TIE dari temuan kami itu produk mi instan dari Korea, minuman dari Malaysia, Snack dari Thailand, dan Saus dari China," papar Hamka.

Sementara itu di Banjarmasin, BBPOM setempat menemukan adanya sirup yang mengandung bakteri patogen. Bakteri patogen merupakan jenis bakterinyang menjadi biang penyakit pada makhluk hidup.

"Kami menemukan situp bakteri patogen. Kami sudah musnahkan sejumlah dua truk. Pabrik yang memproduksinya tidak memenuhi syarat mikrobiologi," kata Ketua BBPOM Banjarmasin Rustyawati. (tyo)