"Harus diselidiki apakah kekerasan itu hanya sebentar dan langsung meninggal atau sebenarnya sudah lama. Karena menurut gurunya Angeline sudah luka sejak lama," kata Rita kepada CNN Indonesia melalui sambungan telepon, Kamis (11/6). (Baca juga: 'Angeline Tewas sebab Persekongkolan Jahat Orang Terdekatnya')
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu dilihat apakah pelaku itu paedofil, karena dia suka anak-anak," ucap Rita. Ia juga meminta polisi memeriksa apakah Agus melakukan perbuatannya hanya sekali dan hanya kepada Angeline. (Baca juga: Ironi Angeline: Dikubur di Rumah, Dicari Sampai Luar Negeri)
Sejauh ini, KPAI juga mengapresiasi pekerjaan kepolisian karena akhirnya bisa menemukan Angeline meski dalam kondisi yang tidak diharapkan. "Polda saya kira (kerjanya) sudah baik sejauh ini," tuturnya.
Hampir sebulan lamanya Angeline dinyatakan hilang. Terhitung mulai tanggal 16 Mei lalu, bocah cilik berambut panjang tersebut terus dicari oleh pihak keluarga dan kepolisian. Ribuan pamflet pun telah tersebar baik di Bali maupun di luar Bali. (Baca juga: Siti: Sejak Awal Saya Tahu Bocah Angeline Sengaja Dihilangkan)
Namun, pada Rabu (10/6) lalu, polisi menemukan jasad Angeline di halaman rumahnya di dekat kandang ayam. Ia ditemukan terbungkus bed cover putih dan tengah memeluk boneka.
Menurut polisi, Angeline sudah meninggal sekitar tiga pekan lalu akibat perdarahan di otak. Selain itu polisi juga menemukan tanda kekerasan, seperti vagina yang rusak, luka lebam, dan bekas sundutan rokok. (Baca juga: Angeline Juga Pendarahan Otak, Satu Orang Jadi Tersangka) (pit)