“Menurut penuturan tersangka, ia bekerja di rumah Angeline mulai 23 April. Pembunuhan terjadi 16 Mei. Jadi belum sampai sebulan bekerja,” kata pengacara Agustinus, Haposan Sihombing, kepada CNN Indonesia, Jumat (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agustinus sering dibantu Angeline ketika memberi makan hewan-hewan peliharaan keluarga itu. “Dia bilang, Angeline sepulang sekolah langsung membantunya, tidak bermain bersama anak-anak lain,” kata Haposan.
Menurut Agustinus pula, Angeline sering dimarahi Margriet, namun tidak pernah terlihat dipukul. “Tersangka pernah melihat mulut Angeline berdarah, tapi dia tidak lihat Angeline dipukul,” kata Haposan.
Agustinus bekerja di rumah Margriet hanya sampai 25 Mei –9 hari setelah ia membunuh Angeline. Saat berhenti bekerja, dia menerima gaji Rp 1 juta.
Simak Fokus: Siapa Bunuh Angeline?
Pada hari Angeline terbunuh yakni 16 Mei, ujar Haposan, Agustinus memanggil Angeline ke kamarnya, menutup pintu, dan hendak melakukan pelecehan seksual. Angeline yang takut lalu berteriak memanggil ibu angkatnya.
Agustinus lalu melakukan kekerasan kepada Angeline sampai bocah delapan tahun itu tewas. Semua itu ada dalam adegan prarekonstruksi yang dijalankan Agustinus di tempat kejadian perkara, Kamis (11/6).
Saat ini Kepolisian terus mengusut kasus pembunuhan Angeline. Sementara jasad Angeline telah selesai diautopsi dan akan dibawa orang tua kandungnya, Rosidi dan Hamidah, ke tempat tinggal mereka di Banyuwangi untuk dimakamkan di sana. (Baca: Jasad Angeline akan Dibawa Ibu Kandung) (agk)