Hingga kini Kepolisian belum memberikan pernyataan resmi soal ada-tidaknya ketidakterlibatan ibu angkat Angeline, Margriet Megawe, dalam kematian bocah berusia 8 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain belum mengeluarkan pernyataan mengenai ada-tidaknya keterkaitan Margriet dalam aksi sadis terhadap Angeline, polisi juga belum menemukan dugaan tentang motif perebutan warisan sebagai latar belakang pembunuhan.
Melalui pemeriksaan yang terhitung sudah digelar selama tiga hari, Kepolisian menerima laporan dari psikiater bahwa Margriet Megawe memiliki kecenderungan mendidik anak secara keras.
"Dari laporan psikiater, diketahui adanya kecenderungan dia (Margriet) mendidik anak dengan cara keras. Tapi ada juga kecenderungan untuk memberikan perhatian yang manis. Nanti kalau sudah ada kesimpulan dari pemeriksaan penyidik, akan kami cari tahu apakah arahnya berhubungan dengan kecenderungan-kecenderungan (dari psikiater) itu," ujar Hery.
Angeline merupakan anak angkat dari Margriet Megawe, wanita bersuamikan pria asing, yakni pengusaha asal Amerika Serikat. Namun suami Margriet telah meninggal dunia tiga tahun lalu. Sebelum mengangkat Angeline menjadi anak, Margriet dan suaminya telah memiliki dua anak kandung perempuan.
Orang tua kandung Angeline yang tinggal di Banyuwangi, Rosidi dan Hamidah, menyerahkan putrinya ke Margriet sejak dilahirkan dengan alasan tak punya biaya. Saat melahirkan Angeline, Margriet disebut membantu biaya persalinan Hamidah sebesar Rp 1 juta plus biaya klinik Rp 800 ribu. (Baca: Angeline Direncanakan Bertemu Ibu Kandung saat Sudah 21 Tahun) (meg)