"Ini perlu dicermati bahwa saudara wartawan nanti jika memiliki tugas di wilayah tidak aman maka perlu memahami situasi di sana," ujar Moeldoko saat ditemui di lokasi latihan Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (13/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, sifat medan perang yang kompleks juga harus diperhatikan oleh para awak media.
Terkait cara latihan yang dirasa terlalu keras, Moeldoko mengatakan bahwa itu semua diperlukan karena medan perang lebih ekstrem dari yang diajarkan oleh para pelatih. Selain itu sang jenderal yang sebentar lagi digantikan posisinya oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo itu berencana untuk menjadikan latihan wartawan sebagai agenda rutin.
"Saya kira ini akan rutin ya. Saya sangat setuju jika ini dirutinkan," ujarnya.
"Di daerah operasi sangat keras maka perlu dilatih cara-cara ekstrem. Kalau normatif tidak bertemu (persamaan dengan medan perang," kata Moeldoko.
Acara latihan wartawan tahun ini diikuti kurang lebih 85 wartawan, baik media cetak, media online, ataupun media elektronik. Para peserta telah hadir di Gunung Sanggabuana sejak Kamis malam (11/6) dan jika sesuai rencana pelatihan akan selesai pada Sabtu (13/6).
(pit)