"Kalau semuanya sudah setuju dan usulannya masuk ke meja saya, bismillah akan saya tanda tangani. Tapi sampai sekarang belum masuk ke meja saya," ujar Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siraj mengatakan Hari Santri sebaiknya diperingati setiap 22 Oktober.
Menghadapi beberapa kendala, Jokowi berkata telah memerintahkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk segera membereskan hal itu. "Sudah saya katakan ke Menteri Agama agar Hari Santri segera bisa ditetapkan," ucapnya.
Jokowi menambahkan, dirinya memahami betul keinginan masyarakat soal Hari Santri Nasional ini. Bekas Gubernur DKI Jakarta ini mencontohkan, ketika berkunjung ke Pondok Pesantren Babussalam di Kabupaten Malang, akhir Mei lalu, ia berulang kali mendapatkan pertanyaan tentang kapan pemerintah mengambulkan usulan itu.
Ketika itu, kepada para pewarta di Pesantren Babussalam, Jokowi menargetkan Hari Santri Nasional sudah dapat diresmikan pada 2015 ini. (sip)