"Ini adalah perang yang memanfaatkan pihak ketiga," ujar Gatot. Artinya, salah satu dari dua kubu yang berperang menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti untuk berkelahi satu sama lain secara langsung. (Lihat juga: Delapan Persoalan untuk Calon Panglima TNI)
Dalam acara tersebut turut hadir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Kapolda Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian, Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal Agus Sutomo, Gubernur Lemhanas Budi Susilo Soepandji serta lurah dan camat dari beberapa wilayah di Jakarta, Depok dan Bekasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gatot menjelaskan lepasnya Timor Timur dari Indonesia pada 1999 dilatarbelakangi perebutan energi. Ia berkata ketika itu pemerintah Australia saat itu merasa rugi akibat sebuah perjanjian dengan Indonesia. Alhasil, mereka lantas mempengaruhi masyarakat Timor Timur agar dapat mengeruk keuntungan. (Baca juga PR untuk Panglima TNI Berikutnya: Pembangunan Kesejahteraan)
Saat dikonfirmasi pewarta usai ceramah, Gatot membantah forum itu diadakan sebagai pemanasan jelang uji kelayakan dan kepatutan yang akan dijalaninya di hadapan anggota DPR pekan depan.
"Pastilah saya melakukan persiapan. Saya sendiri belum tahu kapan uji kelayakan dan kepatutan," kata Gatot. (utd)