"Kita lagi sibuk Lebaran, harga naik, fokus itu dulu yang harus diselesaikan. Kasih kesempatan setahun, baru kita nilai. Menteri sekarang sudah kerja siang malam," ujar Zulkifli ketika ditemui di Hotel Shangri La, Jakarta, Minggu (21/6). (Baca juga: Isu Rombak Kabinet Merebak, Menteri-Menteri Pasrah)
Zulkifli mengaku pernah merasakan posisi menteri yang masih beradaptasi dalam satu semester pertama. Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. "Kalau setahun itu, adil. Kalau enam bulan, orang baru belajar. Saya pernah jadi menteri. Jadi kita dukung dulu penuh, baru kita nilai setahun," katanya. (Baca juga: Hindari ABS, Jokowi Follow Akun Menteri dan Kementerian)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya instruksikan untuk kerja dengan baik, kesungguhan dan tentunya hati nurani," ucapnya. Sementara itu, Ketua Umum Partai NasDem Surya Palon sama sekali tidak mau berkomentar terkait isu reshuffle tersebut.
Laporan kinerja para menteri ini diminta Jokowi karena isu adanya perombakan kabinet akan dilakukan setelah Lebaran. Beberapa menteri dinilai publik kurang menunjukkan kinerja yang kurang baik. Salah satu yang disoroti adalah menteri di bidang perekonomian karena dinilai tidak cukup responsif menjaga kestabilan harga-harga pokok. (Baca juga: DPR Kritik Performa Menteri Ekonomi Jokowi)
Presiden Jokowi menyebutkan, penilaian kinerja seluruh kementerian dikategorikan dengan nilai merah, kuning, dan hijau. Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengungkapkan, Presiden memutuskan sendiri perkara penilaian tersebut. (hel)