"Ya ada. Merah, kuning, hijau. Biasa," ujar Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6).
Meski demikian, ia enggan menyebutkan siapa saja menteri yang mendapatkan rapor berkinerja kurang baik itu. "Hehehe... Ada lah nanti. Kalau sudah selesai akan saya sampaikan," kata dia. (Baca juga: Jokowi Minta Jajaran Menteri Berbenah dan Perbaiki Diri)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contoh kemarin di Lampung, setelah groundbreaking saya tetap cek setelah 2,5 bulan di lapangan juga, laporan juga. Perkembangan setiap hari, setiap bulan, dan setiap minggu saya ikuti terus," kata dia. (Baca juga: Perombakan Kabinet Masuk Pembicaraan Formal Jokowi-DPR)
Jokowi pun tak menampik maupun membenarkan soal apakah laporan tersebut akan dijadikan bahan untuk mengubah postur kabinet yang kabarnya akan dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Alih-alih menjawab, Jokowi malah bertanya kembali ke wartawan, “Kenapa setelah Lebaran?” "Ndak… ndak… Biasa evaluasi seperti itu," kata dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, tiga hari lalu Jokowi meminta tiap kementerian dan lembaga untuk memberikan dua halaman laporan berisi capaian program dalam enam bulan lalu dan rencana program dalam enam bulan ke depan.
Laporan kinerja para menteri ini diminta Jokowi karena isu adanya perombakan kabinet akan dilakukan setelah Lebaran. Beberapa menteri dinilai publik kurang menunjukkan kinerja yang kurang baik. Salah satu yang disoroti adalah menteri di bidang perekonomian karena dinilai tidak cukup responsif menjaga kestabilan harga-harga pokok. (hel)