"Saya memutuskan akan mendaftar pada Minggu malam kemarin, setelah bertemu dengan Ibu beberapa waktu yang lalu dan mendapat restu beliau, saat ini sedang menyiapkan dokumen-dokumen untuk persyaratan pendaftaran, semoga waktunya cukup," ujar Johan ketika dihubungi CNN Indonesia, Selasa (23/6). (Lihat Juga: Jaksa Agung Umumkan Nama Capim KPK Hari Ini)
"Sementara anak-anakku sebenarnya kurang setuju, terutama yang kecil, karena kalau jadi pimpinan KPK jarang ada waktu untuk mereka," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2014, Johan bersama dengan pakar hukum pidana Indriyanto Seno Adji dan mantan Ketua KPK periode 2003 hingga 2006, Taufiequrahman Ruki, ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Pelaksana Tugas Pimpinan KPK. Penujukan ketiganya menyusul pemberhentian sementara dua pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto yang berstatus tersangka.
Latar belakang mereka juga beragam, ada bergelar lulusan sarjana, master, atau doktoral. Selain itu, juru bicara pansel Betti Alisjahbana mengatakan hingga saat ini pihaknya telah mendapatkan 14 nama pendaftar perempuan dari total 217 pelamar. (Lihat Juga: Pansel KY Jaring 35 Calon Lolos Tes Objektif dan Makalah)
Selanjutnya, pada tanggal 27 dan 28 Juni, tim pansel akan menyeleksi syarat administrasi dan meminta tanggapan masyarakat. Setelah melalui beberapa proses seperti pengujian makalah tentang diri dan kompentensi, profile assessment, dan tes kesehatan, pada 31 Agustus 2015, Tim Pansel KPK akan menyampaikan laporan kerjanya kepada Presiden Joko Widodo. (utd)