"Intinya menjelang lebaran pasti terjadi fluktuasi harga sembilan bahan pokok. Bisa terjadi secara natural seperti karena deman tinggi namun suplai kurang, bisa juga terjadi karena terganggunya proses produksi dan distribusi yang terganggu," ujar Tito di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito menjelaskan, modus yang digunakan oleh para pelaku di dua penyelundupan tersebut adalah mengurangi kuantitas kedua sembako yang rencananya akan disubsidi ke beberapa tempat. Bahan sembako curian pun kemudian dikemas kembali ke dalam wadah yang nantinya dapat dijual ke masyarakat umum dengan menggunakan harga yang berbeda.
Tito juga menyatakan Polda Metro Jaya dan Polri akan bekerja sama dalam menindak tegas para oknum yang menggangu stabilitas dan ketersediaan barang sembako di pasaran dan mengerahkan seluruh jajarannya untuk mengawasi proses distribusi sembako dari produsen hingga sampai ke konsumen.
Diketahui, penggelapan gula rafinasi sudah belangsung selama setahun dengan total keuntungan yang didapat sebesar Rp 3 juta per harinya. Sedangkan, penggelapan minyak juga sudah dijalankan oleh para pelaku selama setahun dengan keuntungan Rp 180 ribu rupiah dalam sekali penggelapan. (meg)