Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan, mereka yang dinilai punya pengaruh di dunia premanisme sudah dipetakan oleh petugas. "Saya sudah buat tim khusus, tugasnya cukup menangkap tokoh-tokohnya dan diajukan pidana," kata Tito usai bertemu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Kamis (25/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito berharap, operasi premanisme yang dilakukan kepolisian bisa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat jelang Hari Raya Idul Fitri. Apalagi selama ini preman-preman tersebut kerap meresahkan masyarakat yang akan mudik.
Beberapa tahun lalu , dua tokoh pemuda asal Indonesia timur ditangkap petugas Polda Metro Jaya. Keduanya adalah John Kei dan Hercules Rozario Marcal. (Baca juga: Polda Klaim Kuasai Peta ISIS di Tangerang dan Bekasi)
John Kei ditangkap pada Februari 2012 atas tuduhan terlibat dalam pembunuhan bos PT Sanex Steel Tan Harry Tantono alias Ayung. John Kei ditembak kakinya saat ditangkap karena berusaha melarikan diri. Dalam persidangan, hakim menghukumnya 12 tahun penjara.
Sempat mengajukan kasasi, John Kei harus menerima vonis lebih berat dari Mahkamah Agung yang menghukumnya 16 tahun penjara.
Sementara Herkules ditangkap pada Maret 2013. Ia ditangkap atas tuduhan pemerasan dan perusakan. Pengadilan memvonisnya tiga tahun penjara. (sur)