Tak sampai 24 jam, Komando Pertahanan Udara Nasional mengeluarkan pernyataan tertulis, Sabah Air Aviation sebagai maskapai yang mengoperasionalkan helikopter tersebut akan segera mengajukan maaf kepada pemerintah Indonesia melalui KBRI di Kuala Lumpur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Sabah Air Aviation yang didapatkan Kohanudnas, helikopter tersebut digunakan untuk keperluan dinas Menteri Dalam Negeri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi.
Selain Ahmad, helikopter itu membawa penumpang lain, yakni empat kontraktor yang membangun jalan di Kampung Sungai Melayu.
Kepada Kohanudnas, Sabah Air Aviation mengaku pilot mereka tak mungkin mendaratkan helikopter di helipad yang disiapkan panitia kunjungan di Kampung Sungai Melayu. Maskapai itu menuturkan, landasan helikopter tersebut basah dan berair akibat hujan lebat yang turun Minggu (28/6).
Setelah sempat berputar tiga kali di atas helipad di Kampung Sungai Melayu, Menteri Dalam Negeri Malaysia melihat ada landasan lain. Ia lantas memerintahkan pilot untuk mendarat di helipad yang belakangan diketahuinya ternyata masuk wilayah Indonesia.
Pilot baru menyadari kesalahannya setelag melihat petugas di sekitar landasan yang berpakaian loreng-loreng khas TNI mendatangi pesawat. Tak ingin berurusan hukum, pilot itu pun menerbangkan kembali helikopternya ke wilayah udara Malaysia. (rdk)