Penunjukan JakPro dan Pembangunan Jaya dilakukan setelah Ahok —sapaan Basuki— melihat lambatnya gerak Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) LRT dalam menggerakan pembangunan jaringan moda transportasi tersebut sampai saat ini. Untuk mencegah tertundanya pembangunan LRT dalam waktu yang lama, maka Ahok pun memilih untuk membubarkan BLUD, dan menyerahkan pembangunan LRT kepada BUMD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan lain, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Heru Budihartono mengatakan penunjukkan langsung dua BUMD untuk membangun infrastruktur LRT oleh Ahok telah sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015, yang menjamin kerja sama antara Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha dalam penyediaan infrastruktur.
Ahok memang berencana membangun tujuh koridor LRT mulai akhir tahun ini. Pembangunan tahap pertama akan dimulai dari rute Kebayoran Lama hingga Kelapa Gading yang berjarak 21,6 km.
Pembangunan koridor pertama LRT tersebut akan menelan biaya sekitar Rp 9,2 triliun. Jika dihitung untuk seluruh koridor, maka biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp 35 triliun besarnya. (Baca: Ahok Kucurkan Rp 500 Miliar untuk Bangun LRT Tahun Ini) (obs)