Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Fuad Basya di Jakarta, Sabtu (7/4). Dia mengatakan kejadian tersebut diduga terjadi saat pesawat meminta kembali ke pangkalan.
Di udara, kata dia, pesawat mendadak mengalami gangguan pada mesin paling luar sebelah kanan. Karena itu, pilot meminta kembali ke pangkalan. Dalam ketinggian rendah, pesawat langsung berbelok ke kanan dan menyenggol antena yang posisinya tidak sesuai dengan ketentuan. (Lihat Juga: Moeldoko Kirim Dua Tim Investigasi Jatuhnya Hercules)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dia juga mengatakan, hal tersebut masih merupakan dugaan yang belum dapat dipastikan. "Konkretnya nanti di investigasi," kata dia.
Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Tantowi Yahya dalam kesempatan yang sama, juga mengatakan landasan sipil dan militer memang seharusnya steril dari lingkungan masyarakat. (Baca Juga: TNI AU: Jarak Lanud Suwondo Terlalu Dekat Pemukiman)
"Kalau saja tidak ada menara di situ mungkin ceritanya akan lain," kata Tantowi.
Di sisi lain, Presiden organisasi pengawas penerbangan Indonesia Aviation and Aerospace Watch Soenaryo Yosopratomo mengimbau semua pihak untuk tidak menyinggung penyebab kecelakaan sebelum ada hasil investigasi resmi.
"Hal tersebut bisa menimbulkan friksi-friksi yang dapat memperkeruh suasana," kata dia. (utd)