Sutiyoso bergabung dengan TNI di Sandhi Yudha yang urusannya memang intelijen militer. Sandi Yudha lalu berubah menjadi Kopassus. Selama 25 tahun Sutiyoso berkarir di sana dengan posisi terakhir sebagai Wakil Komandan Jenderal Kopassus.
Lalu Sutiyoso menjadi Pangdam Jaya. Saat jadi Pangdam Jaya, Sutiyoso terkenal dengan coffe morning nya, sebuah acara diskusi bulanan dengan tokoh masyarakat Jakarta membahas soal-soal keamanan Ibu Kota. Kemudian Sutiyoso menjadi Gubernur DKI Jakarta dua periode.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, lebih banyak diam. Hehehe…" ujarnya usai dilantik. (Baca juga: Sutiyoso 'Dipermak' Jadi Kepala BIN Setelah Lebih 50 Tahun)
Meski demikian, Bang Yos mengaku optimistis mampu menjalankan tugasnya dengan baik meski harus menjadi pribadi yang cenderung lebih banyak diam lantaran sebelumnya ia juga pernah berkarier di bidang militer.
"Ya pasti bisa, karena saya kan sudah lama hidup di intelijen dulu waktu di tentara, di Kopassus terutama. Jadi enggak ada kejanggalan bagi saya. Hahaha…" kata dia.
Perbedaan lain antara menjadi politisi dan intelijen, ungkap Sutiyoso, yakni pada saat rapat materi yang dibahas pada saat menjadi intelijen lebih luas. Padahal, ketika menjadi politisi, materi yang diangkat biasanya masalah politik saja.
"Kalau sekarang ini kan sangat luas, buat BIN semua bidang kehidupan bernegara kami urus, mulai dari ideologi politik, sosial budaya, sampai pertahanan dan keamanan kami urus. Jadi sangat berbeda ya," ujar dia.
Namun, dengan latar belakang yang cukup panjang di dunia militer dan intelijen, Bang Yos yakin akan bisa mengerjakan tugas-tugasnya sebagai pimpinan lembaga intelijen negara dengan baik. (hel)