"Tanda tangan kesepakatan bersama kedua ini tentang keikutsertaan Golkar dalam pilkada serentak," ujar JK saat membuka acara.
Sedang Agung Laksono mengatakan, kesepakatan ini akan memastikan bahwa Golkar ikut pilkada serentak. "Jadi Partai Golongan Karya dipastikan akan mengikuti Pemilihan Kepala Daerah yang digelar pada 9 Desember mendatang," kata Agung dalam pidato sambutannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan ini merupakan pertemuan kali kedua di Kediaman JK dalam rangka islah Golkar menuju pilkada. Pertemuan sebelumnya dilakukan pada 30 Mei lalu. Pada pertemuan ini tampak pula Sekjen Partai Golkar Munas Bali Idrus Marham, Sekjen Partai Golkar Munas Ancol Zainuddin Amali, dan para petinggi Golkar dari kedua kubu.
Empat kesepakatan tersebut adalah:
1. Tim penjaringan bersama bekerja untuk menetapkan calon-calon gubernur, bupati dan walikota secara bersama di setiap daerah pemilihan.
2. Apabila ada daerah yang berbeda calon dari masing-masing pihak dan tidak bisa disatukan secara musyawarah maka dilaksanakan dengan survei atau cara demokratis yang lain untuk disetujui bersama, di mana calon yang paling tinggi suaranya menjadi calon yang disetujui.
3. Pengurus DPP, DPD 1 atau DPD 2 masing-masing pihak dengan terkoordinasi mengajukan surat pendaftaran secara terpisah dengan satu pasangan calon yang sama, hasil tim bersama ke KPU atau KPUD masing-masing daerah pemilihan setelah mendapatkan penetapan dari tim penjaringan tingkat pusat.
4. Status kedua pengurus tetap berjalan bersama sampai dengan keputusan pengadilan yang bersifat tetap atau dicapai islah yang penuh.
(hel)