Moeldoko menuturkan, hidup laik prajurit merupakan salah satu cita-cita yang hendak ia rengkuh selama memimpin angkatan bersenjata di Indonesia. Ia berkata sampai akhir masa jabatannya, prajurit TNI tidak bisa dibilang sejahtera.
Jenderal bintang empat ini memaparkan, kesejahteraan masuk dalam unsur-unsur pembentuk prajurit yang profesional. Implementasinya, menurut Moeldoko, prajurit wajib dipelihara negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negara belum memikirkan ini dengan baik. Mestinya kalau prajurit meninggal di operasi, istri yang ditinggalkannya harus punya rumah. Harus itu. Karena kalau tidak, siapa nanti yang akan mengurusnya," ucap Moeldoko di Markas Besar TNi, Cilangkap, Jakarta, Selasa (14/7).
Sebelumnya Moeldoko juga telah mengatakan, persoalan kesejahteraan ini merupakan salah satu tugas yang harus dilanjutkan oleh Gatot. "Jadi alutsista harus dipikirkan, kesejahteraan tidak boleh dilupakan," tuturnya Juni lalu.
Gatot menyatakan kesanggupannya melanjutkan apa yang telah dirintis Moeldoko pada periode sebelumnya. Ia berkata, program-program yang dirancang Moeldoko akan disesuaikannya dengan tantangan kekinian.
"Apa yang sudah dilakukan Pak Moeldoko, akan saya lihat dan evaluasi untuk dihadapkan dengan tantangan ke depan," ucapnya. Gatot pun menegaskan, pembangunan TNI harus berkesinambungan. (hel)