“Dua pelaku ditangkap dini hari tadi di Depok, satu lainnya masih diburu,” kata Dwiyono kepada CNN Indonesia, Senin (20/7). Dua pelaku yang ditangkap itu berinisial A dan S. Mereka kini diinterogasi di Polres Kota Depok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Motif perampokan sebelumnya juga dikemukakan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Mukti, melihat adanya barang-barang yang hilang dari rumah Nur Baety, dan kondisi rumah korban yang berantakan.
Keluarga memang sudah menaruh curiga lantaran beberapa hari menjelang lebaran, Baety tidak bisa dihubungi dan tidak diketahui keberadaanya. Hal itu tak seperti biasanya di mana Baety kerap memberi kabar kepada keluarga.
Kepolisian Resor Kota Depok yang menangani kasusnya menduga Baety telah tewas lebih dari lima hari sebelum ditemukan, sebab hasil visum sementara menunjukkan kondisi jasad Baety sudah membiru. Visum juga menunjukkan kematian Baety akibat tusukan-tusukan benda tajam yang membuatnya mengalami pendarahan.
Lisa, teman korban semasa berkuliah di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP), Jakarta, sempat menganggap Baety bukan menjadi korban perampokan, sebab perhiasan-perhiasan dan barang berharga Baety tak ikut hilang. Barang yang hilang adalah kamera, laptop, dan ponsel yang diyakini Lisa berisi data investigasi berita yang sedang digarap Baety.
Lisa mengatakan Baety saat ini sedang intens menginvestigasi kematian mahasiswa Universitas Indonesia, Akseyna Ahad Dori (18). Hal tersebut diketahui Lisa dari perbincangannya dengan Baety melalui pesan singkat sebelum Baety tewas.
Sebelum dua pelaku ditangkap dini hari tadi, Polres Depok telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengenal Baety maupun tinggal di sekitar rumah korban. (agk)