Menurut Zainal, tren politik lokal yang ada di Indonesia bisa dengan mudah memicu konflik. Politik lokal menggunakan simbol agama untuk menciptakan konflik. Dirinya mengatakan konflik yang disebabkan oleh politik lokal terjadi di berbagai daerah tidak hanya terjadi di papua. Dirinya mencontohkan beberapa kasus seperti kasus penyerangan komunitas Syi’ah di Sampang, kasus Gerjea HKBP Filadelfia di Bekasi, dan kasus pembangunan Masjid Nur Musafir di Batulpat, Kupang.
"Politik lokal di Indonesia menyediakan arena untuk konflik misalnya memanipulasi simbol agama," kata Zainal, ketika dihubungi CNN Indonesia pada Senin (20/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada pemikiran disana, pendatang itu muslim, meskipun sudah 30 tahun tinggal tetap disebut pendatang," kata Zainal.
Dirinya mengatakan tindakan petugas keamanan bisa menjadi salah satu faktor masalah ketika terjadi konflik di Papua.
Zainal berharap perdamaian di Tolikara bisa terjadi secepatnya. Dirinya mengatakan perdamaian bisa ditempuh melalui hukum adat. Untuk itu, Zainal ingin agar pemerintah mendukung hal tersebut. Zainal juga menjelaskan pemerintah perlu mengedepankan pendekatan dialog kepada semua pihak yang terlibat.
"Untuk penyelesaian secara adat itu sifatnya lokal, caranya berbeda tiap wilayah sehingga masyarakat setempat harus mencari sendiri proses penyelesaiannya dan pemerintah harus mendukung jika memang ada penyelesaian secara adat," kata Zainal.
Dirinya juga mengutip ucapan Pater Neles Tebay, seorang pemimpin Katolik yang dikenal juga sebagai Koordinator Jaringan Damai Papua. Dalam pernyataannya mengenai insiden di Tolikara, Pater Neles mengungkapkan, “Budaya Papua tidak mengajarkan orang untuk mengganggu, apalagi membakar tempat ibadah.” Menurut Peter, pembakaran mushala di Tolikara adalah peristiwa pertama dalam sejarah Papua di mana sebuah tempat ibadah dibakar.
Diberitakan sebelumnya, terjadi serangan terhadap jemaah yang hendak melaksanakan salat Idul Fitri, Jumat (17/7). Penyerangan membuat jemaah Salat Id bubar. Penyerang lantas membakar beberapa bangunan rumah, kios dan rumah ibadah.
Dalam upaya pengamanan, petugas menembak tiga orang pelaku penyerangan yang tidak mengindahkan peringatan petugas. Sejumlah saksi telah diperiksa terkait kebakaran dan penembakan. (pit/pit)