Angka yang dihimpun oleh Korps Lalu Lintas Polri terkait kecelakaan saat mudik maupun arus balik pada Minggu (19/7) mencapai 197. Jumlah tersebut lebih sedikit dari 2014 yang mencapai 233 kecelakaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban kecelakaan yang mengalami luka ringan untuk H+1 lebaran 2015 mencapai 285 orang, atau menurun 11 persen dari H+1 pada 2014 dengan jumlah korban sebanyak 322 orang.
Namun, jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat 20 persen menjadi 2.719 pada 2015, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 451, korban luka berat sebanyak 777, dan korban luka ringan sebanyak 2.805.
Kepala posko Korlantas Polri di Pusat Monitoring Angkutan Lebaran Kementerian Perhubungan AKP Roby mengatakan, penyebab kenaikan angka kecelakaan yang terjadi pada arus mudik dan arus balik belum bisa dipastikan. Namun, ada beberapa hal yang kemungkinan bisa menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas, yaitu faktor pengemudi dan jalan.
"Artinya angka kecelakaan bisa tinggi karena tingkat kesiapan yang rendah, tidak patuh pada aturan lalu lintas meningkat. Serta kondisi jalan yang kurang baik," ujar AKP Roby kepada CNN Indonesia, Senin (20/7).
Angka kecelakaan lalu lintas pun diperkirakan akan menurun jika faktor pengemudi yang siap dan patuh terhadap rambu lalu lintas. Selain itu kondisi jalan yang baik dan layak juga menjadi faktor penentu tinggi rendahnya jumlah kecelakaan lalu lintas.