"BPBD butuh waktu lima jam perjalanan darat dan menyebrang sungai untuk menuju lokasi. Komunikasi juga sudah tidak bisa dilakukan," kata Sutopo di Jakarta, Selasa (28/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini pun, Sutopo mengatakan tim BPBD masih melakukan pendataan lebih lanjut tentang dampak gempa tersebut.
"Laporannya tidak ada korban. Hanya ada yang ke rumah sakit karena merasa takut," kata Didi. (Baca juga: Setelah Yogya, Kini Jawa Timur Digoncang Gempa 6,3 SR)
Kerusakan minim juga karena bangunan Papua umumnya terbuat dari kayu yang didesain untuk tahan gempa. "Bangunan di Papua tahan gempa," ujar Didi.
Sementara itu Sekretaris BPBD Mamberamo, Yonas Taudufu, mengatakan gempa tidak terlalu berdampak terhadap warga Mamberamo yang tinggal di wilayah kota dan kabupaten.
Tapi, gempa cukup membuat warga panik dan berhamburan ke luar rumah. Pasien-pasien di rumah sakit pun sempat dievakuasi ke luar bangunan.
Gempa di Papua umumnya sejenis gempa periodik yang lazim terjadi setiap tahun karena adanya pergerakan tanah yang aktif dan labil. (sur)