"Tidak boleh ada lagi ormas yang menjual lapak di DKI karena Anda akan berhadapan dengan kami preman resmi. Kalau saya preman resmi," kata Ahok disertai dengan riuhnya suara hadirin di Balai Kota, Jakarta, Jumat (7/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengimbau organisasi seperti KNPI agar tidak terlibat dengan hal-hal berbau premanisme. Jangan sampai terjebak dalam urusan penjualan lapak, mengelola parkir liar, maupun urusan lainnya yang bertengangn dengan pembangunan Jakarta menuju kota modern.
Sebutan Preman Untuk Ahok
Gelar preman pada Ahok sebelumnya ternyata pernah dilontarkan oleh Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana alias Lulung. Sebutan preman itu terlontar ketika rapat mediasi antara DPRD DKI dan Ahok akibat ketegangan kedua belah pihak yang pernah terjadi beberapa waktu lalu.
Kepada media, Lulung mengatakan kalau tujuan kehadiran DPRD bermediasi adalah untuk mencari jalan keluar. Namun Ahok rupanya tak mau berdamai. Ia lantas menjelaskan bahwa semua yang tercantum dalam APBD 2015 merupakan hasil pembicaraan dua pihak, Pemprov DKI dan DPRD.
“Gubernur mau memecat anggotanya dalam rapat” katanya. Teriakan Lulung itu diamini oleh anggota DPRD lainnya. "Gubernur Preman!" kata mereka. (sip)