DPP Projo Temui Wantimpres Bahas Pelemahan Mata Uang

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2015 12:51 WIB
DPP Projo Temui Wantimpres Bahas Pelemahan Mata Uang Petugas menghitung pecahan mata uang rupiah, di cash center Bank Mandiri. Jakarta, Jumat 19 September 2014. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Pengurus Pusat Organisasi Masyarakat Pro Jokowi (Projo) mendatangi kantor Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Mereka datang dengan tujuan untuk membahas isu ekonomi dan politik, salah satunya pelemahan mata uang dan harga daging yang sedang melonjak di masyarakat.

"Pelemahan mata uang tak hanya terjadi di Indonesia, tapi terjadi di seluruh negara dan harus ada langkah-langkah khusus," kata Ketua DPP Projo, Budi Arie Setiadi, di kantor Wantimpres, Jakarta Pusat, Selasa (11/8).

Budi menjelaskan, langkah khusus yang didorong oleh pihaknya adalah dengan mengeluarkan sunset policy, yang bertujuan untuk menarik uang-uang atau investasi warga negara indonesia (WNI) yang ada diluar negeri. Ia menyebut ada sekitar 3000 triliun uang WNI yang berada di Singapura.


Sunset policy atau kebijakan penghapusan sanksi administrasi perpajakan berupa bunga guna yang meningkatkan kepatuhan wajib pajak, sedang didorong oleh pemerintah untuk meningkatkan penerimaan pajak.

Sementara mengenai masalah harga daging yang sedang melambung, Budi mengatakan bahwa hal ini terhadi karena adanya permainan dari pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan lebih.

Budi mencontohkan, harga daging di Australia dijual hanya US$ 2 hingga US$ 3. Sementara, ketika sudah diimpor ke Indonesia, harganya melambung hingga 10 dollar. Terjadi jarak yang mencapai US$ 7 yang perlu dipertanyakan.

Ia menyebutkan ada rentenir ekonomi yang bermain. Hal sama menurutnya juga berlaku pada komoditas lain seperti minyak dan beras yang sedang mengalami penurunan di dunia.

"Padahal sebagian besar harga komoditas dunia turun, pasti ini ada pemainnya. Merusak bangsa untuk kepentingan pribadi dan masuk kantong sendiri," ujar Budi.

Untuk itu Budi menegaskan, perlu ada penguatan pembantu pelaksana presiden yang perlu dirombak. Hal ini juga sudah disampaikan dalam pertemuan dengan Wantimpres.

"Yang pasti menteri perekonomian, sudah jauh-jauh hari kita katakan. Sudah emergency call," ujar Budi.

Namun, Budi enggan menjelaskan siapa saja menteri perekonomian yang perlu dirombak. Ia hanya menekankan, beberapa menteri ekonomi sudah layak untuk diganti.

Acara yang berlangsung tertutup ini, dimulai berlangsung kurang lebih satu jam. Rombongan DPP Projo diterima langsung oleh Ketua Wantimpres, Sri Adiningsih dan anggota Wantimpres lainnya yaitu Sidarto Danusubroto.

Sayangnya, baik Sri Adiningsih dan Sidarto tidak dapat dimintai konfirmasi kepada awak media yang menunggu hingga pertemuan itu selesai. (meg/meg)