"Hari ini terlalu banyak kuota taksi tidak bisa dipenuhi oleh yang memegang izin. Lebih baik cabut semua izinnya, diberikan kepada yang mampu melakukan," kata Ahok, sapaan akrab Basuki saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, kemarin.
Saat ini kuota taksi di Jakarta masih kurang. Hal ini terlihat dari banyaknya taksi dari pinggiran Jakarta seperti Bekasi dan Depok yang masuk ke ibu kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah minta Pak Andri (Kepala Dishub DKI) selesaikan persoalan kucing-kucingan ini," ujar Ahok.
"Taksi yang kebut-kebutan dibuang saja itu," ujar Ahok.
Ia begitu kesal ketika mendapat laporan dari temannya yang merupakan turis mancanegara tentang taksi yang kebut-kebutan. Hasilnya, si turis pun tidak menikmati perjalanannya.
"Ada turis dari Skotlandia, dia stres karena dibawa ngebut dan putar-putar. Bukannya menikmati kebahagiaan jadi turis, malah pusing," kata dia.
Ditemui pada waktu yang berbeda, Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Andri Yansyah mengklaim sudah melakukan penertiban terhadap perusahaan yang kuota taksinya tak tercapai.
Bahkan tidak hanya taksi, Andri mengaku angkutan kota (angkot) atau mikrolet yang tidak mencapai kuota juga ditertibkan.
"Misalnya taksi X atau angkot X, izinnya disesuaikan dengan kebutuhannya. Pokoknya banyak pertimbangannya. Sehingga di jalur tersebut hanya dikeluarkan 100 izin, misalnya," kata Andri.
Kalau tidak mencapai atau justru melebihi kuota yang diizinkan, maka angkutan tersebut akan ditertibkan.
Untuk diketahui, sampai akhir 2014 jumlah taksi yang ada di Jakarta belum memenuhi kuota. Dari 24 ribu kuota unit taksi, baru terpenuhi sebanyak 12 ribu saja. (hel)