Oleh karena itu Taufik akan meminta langsung kepada Ketua DPRD agar mengagendakan pemanggilan Ahok. Taufik menilai penggusuran itu adalah bentuk pengusiran warga dari tempat tinggalnya selama ini.
Bentrokan yang terjadi antara warga dan Satpol PP mulai pecah saat alat berak bergerak menghancurkan bangunan milik warga. Satpol PP pun dilempari warga dengan batu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menghalau bentrokan, pihak kepolisian pun menyemprotkan gas air mata. Warga yang ketahuan melempat batu pun diamankan.
"Kami ingin panggil mengenai masalah terjadinya gesekan semacam itu," ujar Taufik.
Ditemui secara terpisah, Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi menyatakan dukungannya terhadap keinginan Taufik memanggil Ahok untuk dimintai keterangan soal penggusuran di Kampung Pulo. (Baca juga: Di Tengah Kericuhan, Sa'Aning Pasrah Tinggalkan Rumah)
"Ya silahkan saja bertanya ke Pak Ahok. Silahkan. Ide itu bagus selama itu objektif monggo," kata Prasetio.
Kendati mendukung Taufik, Prasetio mengatakan tidak ada masalah yang ia temukan di lapangan. Ia menilai, kerusuhan dipicu ulah provokator.
"Yang provokator yang punya 10 pintu dan 4 pintu saja itu," ujar Prasetio. (sur)