"Saya ke sana tidak ada yang tahu siapa saya," kata Prasetio saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Jumat (21/8).
Di Kampung Pulo, Prasetio mengaku mendapatkan banyak informasi. Dugaan adanya provokator dibalik rusuhnya penggusuran tersebut yang dilontarkan oleh Gubernur DKI Jakarta juga diamini oleh Prasetio.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dugaan adanya provokator terbukti dengan tertangkapnya 27 orang pemuda yang terindikasi melakukan pelanggaran hukum.
Selain meninjau langsung ke lapangan, Prasetio pun menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah susun (rusun) Jatinegara Barat. Ia ingin melihat kondisi tempat relokasi warga Kampung Pulo yang telah disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.
"Rugi kalau warga tidak mau tinggal di sana. Tempatnya layak tinggal dan layak hidup. Itu seperti Apartemen Kalibata City tempat tinggalnya," ujarnya. Dengan melihat fakta tersebut, ia pun menegaskan kalau rusun Jatinegara Baru sangat layak huni.
Politisi Partai PDIP tersebut menilai tujuan Pemprov DKI sebenarnya sudah sangat baik. Daripada harus membiarkan warganya terendam banjir setiap hujan deras mengguyur ibu kota.
"Rusunnya bagus dan nyaman, seharusnya tidak ada yang menolak. Mungkin karena perubahan pola hidup saja. Diajak hidup yang lebih manusiawi masa tidak mau?" ujar Prasetio. (pit)