Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan, Bamus harus berhasil membersihkan ibu kota dari ormas-ormas yang menyalahgunakan identitas Betawi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok mengatakan, ia menargetkan pada 2018 seluruh ormas yang menggunakan identitas Betawi sudah harus berada di bawah koordinasi Bamus.
Di sisi lain Ahok berharap Peraturan Daerah tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi yang baru saja disahkan DPRD DKI Jakarta awal pekan ini dapat menempatkan entitas Betawi ke tempat yang mulia dan terhormat.
"Jangan sampai orang berpikiran, budaya Betawi itu tidak berbeda dengan ormas-ormas yang menjual lapak PKL, parkir liar, yang menyerang mal. Itu jelas bukan yang dimaksud budaya Betawi," tutur Ahok.
Menurut data Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Jakarta yang CNN Indonesia himpun per hari ini, setidaknya terdapat 332 ormas yang terdaftar secara resmi di Jakarta.
Jumlah tersebut mencakup berbagai ormas dengan fokus kinerja dan identitas. Contoh dua ormas yang menggunakan identitas Betawi dalam daftar itu adalah Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) dan Forum Betawi Rempug (FBR). (Baca: FBR: Mulut Ahok Bikin Masyarakat Jakarta Berubah)
Ormas yang bergelut di bidang-bidang lain seperti Aliansi Jurnalis Indonesia juga masuk dalam daftar tersebut. Namun, AJI tentu bukan ormas yang disebut Ahok harus berada di bawah koordinasi Bamus Betawi.
Menariknya, Front Pembela Islam, ormas yang beberapa kali terlibat dalam kisruh melawan aparat keamanan di ibu kota tidak muncul dalam daftar ormas di Bakesbangpol DKI Jakarta.
(obs)