"Dia anggota kelompok Ibad yang berapa waktu lalu ditangkap di Solo. Dia yang buat bom," kata Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti lewat sambungan telepon, Rabu (26/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga orang ini memiliki peran yang berbeda-beda. Ibadurhaman adalah penyandang dana dan otak serangan yang direncanakan pada 17 Agustus ini. Dia yang mengajak terduga teroris lain merencanakan aksi tersebut.
Sementara itu, Giyanto adalah operator lapangan yang menyiapkan semua sarana dan prasana perakhitan bom. Giyanto juga ikut menyimpan bom rakitan dan melakukan survei ke Polsek Pasarkliwon sebagai salah satu target yang akan diledakkan pada 17 Agustus nanti.
Catatan Giyanto tidak berhenti di situ. Dia juga disebut terlibat dalam kasus penembakan anggota Polri di Solo pada 2012.
Ketiga orang yang ditangkap kemarin ini disebut sebagai anggota jaringan Badri. Badri sendiri telah ditangkap polisi pada tahun 2012 lalu. Saat itu dia merekrut lima anak untuk dilatih merakit bom. (sip)