Lima poin tersebut pun digunakan pemerintah sebagai alasan mengapa penyerapan anggaran tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin selanjutnya yang menjadi alasan adalah tertundanya program-program yang dibuat oleh lembaga terkait. Hal tersebut pun dipengaruhi oleh persoalan pemilihan pejabat eselon di sana. "Akhirnya semua berakhir pada permasalahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA)," kata Eka.
"Kami berharap ke depan tak ada lagi alasan karena sudah tak ada transisi," katanya.
Terkait dengan waktu yang semakin mepet bagi pemerintah untuk menyerap anggaran, Eka mengatakan bahwa jangan sampai pemerintah memaksakan diri. Apalagi, target yang dicanangkan pemerintah adalah 90 persen anggaran berhasil diserap.
Sebagai anggota DPR, Eka pun akan menekan agar pemerintah bisa lebih efektif dalam menyerap anggaran hingga anggaran bisa diserap dengan cepat dan kualitasnya juga sesuai target. "Karena jika dipaksakan bisa berakibat pada penumpukan anggaran yang akhirnya menjadi tidak efektif," ujar Eka. (tyo)