Rapat tersebut dihadiri Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian, Panglima Kodam Jaya Letnan Jenderal Agus Sutomo dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Hanif Dhakiri. (Lihat Juga: Ahok Siap Alihkan Demo Buruh ke Monas)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut mengatakan, kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil tidak boleh diperkeruh dengan perbuatan melawan hukum oleh sejumlah elemen masyarakat. Ia berkata, pemerintah tidak akan memberikan toleransi hal tersebut.
Agus Sutomo menuturkan, aparat TNI yang terdiri dari 17 satuan setingkat kompi tidak memegang peran utama dalam pengamanan besok. Ia akan menempatkan prajuritnya di titik-titik perekonomian Jakarta, seperti daerah perkantoran dan pusat perbelanjaan.
Secara khusus ia memberikan peringatan, bahwa buruh tidak diperbolehkan melakukan sweeping terhadap sesama buruh yang enggan mogok kerja, menutup jalan atau menduduki tempat-tempat tertentu.
"Saya berharap besok bisa berjalan damai dan aman, tidak ada pelanggaran hukum yang berarti," ungkap Badrodin.
Pada Sabtu (29/8), elemen buruh yang mengajukan izin demonstrasi telah beraudiensi dengan jajaran petinggi Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya. Agus yakin pertemuan tersebut akan meminimalkan potensi kericuhan pada saat demontrasi. (utd)