Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan perusahaan yang terancam melakukan PHK disebabkan produknya dianggap kurang laku di pasaran. Bila produknya masuk E-Katalog, Pemprov DKI Jakarta berusaha membantu untuk membelinya sehingga perusahaan masih bisa terus berjalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya Rumah Susun Rawa Bebek sebentar lagi selesai. Itu nanti bisa langsung full furniture perusahaan-perusahaan itu," kata Ahok.
"Anggarannya Rp 1 triliun juga enggak apa-apa," ujar Ahok.
Menurut Ahok, masuknya produk ke E-Katalog akan menguntungkan perusahaan karena dapat memotong calo-calo pemasok barang. Ahok mengatakan saat ini sedang mendata perusahaan-perusahaan mana yang terancam bangkrut.
Sebelumnya, PHK membayangi para pekerja di seluruh Indonesia akhir-akhir ini. Alasannya, nilai rupiah terus melemah yang menyebabkan perekonomian Indonesia juga terus melambat. Melemahnya rupiah berdampak pada mahalnya ongkos produksi dari perusahaan pengguna material impor. Alhasil, PHK menjadi pilihan bagi pemilik perusahaan untuk terus bertahan.
Berdasarkan data yang dimiliki Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bandung terdapat sekitar 800 buruh yang dirumahkan.
"Ada tiga perusahaan yang telah merumahkan karyawan, tapi belum sampai PHK. Upah pokoknya masih dibayar," kata Asep Tulang, Koordinator SPSI Kabupaten Bandung, saat mengikuti aksi demo buruh di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (1/9). (utd)