Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Teguh Surya mengatakan bahwa rencana tersebut sudah dibuat sejak lama. Namun dengan nada menyindir, Teguh mengatakan bahwa Jokowi sedang sibuk.
"Pak Presiden itu sibuk jalan-jalan," kata Teguh saat ditemui di jumpa pers perihal kebakaran lahan dan hutan, Kamis (10/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Presiden seharusnya menyediakan waktu khusus untuk bertemu dan berkonsultasi dengan masyarakat," kata Teguh.
Teguh meminta Jokowi jangan lagi mengumbar janji yang pada akhirnya tidak dilaksanakan. Lebih utama untuk memenuhi atau melaksanakan janji-janji terdahulu sebelum memberikan janji yang lain.
"Operasi penanganan juga harus dipimpin langsung oleh presiden dan jangan oleh menteri. Jika Pak Presiden yang pimpin langsung maka situasi akan lebih baik," kata Teguh.
Greenpeace Indonesia menjadi salah satu lembaga yang menyayangkan sikap pemerintah terkait lingkungan dan penanganan kebakaran lahan atau hutan dalam rentang hampir 20 tahun tersebut. Apalagi, kebakaran lahan tidak terjadi di satu tempat saja, melainkan hampir di semua pulau utama di Indonesia.
"Kebakaran hutan bukan baru terjadi kemarin, tapi sudah 18 tahun. Bahkan jika dihitung sejak medio 1980-an artinya sudah 30 tahun terjadi," kata Teguh. (hel)