"Ini merupakan mimpi rakyat Indonesia yang harus diperjuangkan. Mimpi Indonesia bukan hanya mimpi Jakarta melainkan mimpi seluruh daerah di Indonesia," kata Pratikno saat melepas keberangkatan mobil Ekspedisi Kapsul Waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekspedisi Kapsul Waktu akan menempuh perjalanan sekitar 30.500 kilometer mulai dari 22 September dan berakhir pada 21 Desember 2015 di Merauke. Ekspedisi ini diadakan oleh Panitia Nasional Gerakan Ayo Kerja 70 Tahun Indonesia Merdeka.
Nick menjelaskan kapsul waktu itu akan dibuka pada tahun 2085, tepat 70 tahun kemudian. Sampai dengan 2085, kapsul tersebut akan diletakkan di Monumen Kapsul Waktu di Merauke. Generasi muda pada tahun 2085 yang akan membuka kapsul itu.
"Saat itu kami akan membuka kapsul waktu untuk melihat apakah impian-impian itu sudah tercapai serta melihat di mana posisi Indonesia dibandingkan yang diharapkan rakyat," kata Nick.
Adapun, desain kapsul yang terbuat dari stainless tersebut dibuat oleh desainer logam asal Jakarta, Dodon Doni. Dodon sehari-hari bekerja di Usaha Kecil dan Menengah Logam di Cempaka Putih, Jakarta.
"Desainnya saya buat dengan bentuk bulat dengan 38 lubang di dalamnya untuk menaruh kertas berisi harapan. Sengaja dengan bahan stainless supaya tahan lama hingga 70 tahun," kata Dodon.
Selain dihadiri Pratikno, pelepasan mobil ekspedisi kapsul waktu juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan musisi Abdi Negara dari kelompok musik Slank.
Dari Jakarta, Kapsul Waktu akan dibawa oleh tim ke Banda Aceh untuk seterusnya ke seluruh provinsi sampai berakhir di Merauke, Papua. (sur)