"Saya kira tidak tepat, di mana disaat kondisi ekonomi sedang sulit dan masyarakat kebanyakan mengalami tekanan," kata Mulfachri, Jumat (18/9).
Wakil Ketua Komisi III itu menilai dengan kenaikan tunjangan ini, anggota dewan seolah menunjukan sikap yang tidak berempati dengan kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, keputusan kenaikan tunjangan ini dalam tataran wacana saja sudah tidak tepat, apalagi jika nanti dilaksanakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Mulfachri tidak secara tegas mengatakan bahwa Fraksi PAN menolak terhadap kenaikan tunjangan anggota dewan. Dia hanya menyebut kondisi saat ini tidak tepat jika membicarakan hal tersebut.
Kenaikan tunjangan anggota dewan, disebut Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem Johnny G Plate sebagai usulan dari Sekretariat Jenderal DPR. Namun, hal ini dibantah langsung oleh Sekretaris Jenderal DPR Winantuningtyastiti yang mengatakan usulan tersebut muncul dari beberapa rapat sekretariat jenderal DPR dan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR.
"Kalau ditanya inisiatornya, kami enggak tahu kan sahut menyaut dalam rapat," ucap Win, Kamis (17/9).
Sedangkan Wakil Ketua BURT Dimyati Natakusumah mengklaim kenaikan tunjangan anggota dewan sudah lama diajukan dan disepakati, termasuk partainya PPP.
Ia enggan menyebutkan siapa yang pertama kali mengusulkan kenaikan tunjangan. Sebab, baginya semua anggota pasti menginginkan ada kenaikan tunjangan. (hel)