Dokumen CIA dan Tragedi 1965

Nama Kolonel Untung, Peristiwa 65 dalam Dokumen CIA (2)

Sandy Indra Pratama, CNN Indonesia | Minggu, 20/09/2015 07:40 WIB
Nama Kolonel Untung, Peristiwa 65 dalam Dokumen CIA (2) Suasana di dalam lobi kantor CIA di Langley, Virginia, Amerika Serikat. (Pool Photo by David Burnett/Newsmakers)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rabu lalu, Badan Intelijen Amerika membuka dokumen soal banyak hal yang terjadi di dunia pada periode 1961 hingga 1969. Dalam situs resminya, CIA mendedahkan laporan dan analisis mereka mengenai apa yang terjadi dan patut di waspadai oleh pemerintah abang sam saat, termasuk insiden yang terjadi di Indonesia.

Berdasarkan penelusuran CNN Indonesia terhadap dokumen yang dirilis dalam situs berita bada telik sandi Amerika, pada tanggal 2 Oktober 1965, kepada presiden Amerika Serikat, CIA memaparkan bahwa soal ketidak jelasan posisi keberadaan serta status Soekarno kala itu.

Selain itu, berdasarkan pemaparan dokumen CIA, upaya kontra kudeta terus dilakukan oleh Mayor Jenderal Soeharto. Dia terutama memainkan peran untuk mengamankan dan menenangkan suasana di ibu kota.


CIA menulis dalam laporannya, Kolonel Untung dari Resimen Tjarabirawa dan Dani (merujuk kepada sosok Laksamana Madya Omar Dani), sebagai orang yang diduga terlibat dalam insiden penculikan enam jenderal serta dianggap bertanggung jawab atas upaya kudeta.

"Satu laporan mengatakan bahwa Untung dan Dani (Oemar Dani) kabur dari ibu kota menuju Jawa Tengah. Elemen dari tentara di daerah itu keluar menyambut Untung. Soeharto tampaknya mengirim tentara dari Jakarta untuk menangani masalah itu."
Kondisi ibu kota, masih menurut laporan CIA kala itu, sangat tenang. Namun di daerah ketegangan halus mulai terjadi. Terutama dalam wilayah basis massa pendukung komunis yang mendukung aksi Kolonel Untung.

Tahun ini persis setengah abad peringatan terjadinya tragedi 1965. Rabu lalu, Badan intelijen Amerika Serikat membuka kepada publik memo intelijen yang disampaikan kepada presiden mereka dalam kurun waktu 1961-1969. Pada periode Oktober 1965, tema laporan didominsasi oleh peristiwa kudeta yang gagal oleh Untung dan pendukungnya dari Partai Komunis di Indonesia.
(sip)