Dokumen CIA dan Tragedi 1965

Cerita Soal Soekarno, Soeharto dan Penilaian CIA (3)

Sandy Indra Pratama, CNN Indonesia | Minggu, 20/09/2015 08:27 WIB
Cerita Soal Soekarno, Soeharto dan Penilaian CIA (3) Suasana di dalam lobi kantor CIA di Langley, Virginia, Amerika Serikat. (Mark Wilson/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rabu lalu, Badan Intelijen Amerika membuka dokumen soal banyak hal yang terjadi di dunia pada periode 1961 hingga 1969. Dalam situs resminya, CIA mendedahkan laporan dan analisis mereka mengenai apa yang terjadi dan patut diwaspadai oleh pemerintah Paman Sam saat itu, termasuk insiden yang terjadi di Indonesia.

Berdasarkan penelusuran CNN Indonesia terhadap dokumen yang dirilis dalam situs berita badan telik sandi Amerika, pada tanggal 4 Oktober 1965, CIA menilai Presiden Soekarno telah menegaskan kembali otoritasnya. Sesuatu yang sempat hilang sebagai hasil dari upaya kudeta pada 30 September.

“Tindakan Seokarno seperti memutar kembali waktu dan ingin menyeimbangkan kembali dua kekuatan yang berseteru yakni militer dan kalangan komunis, aksi ini cukup mengecewakan bagi kalangan militer,” ujar bunyi dari dokumen CIA itu.


Dalam memo kali ini, CIA masih menempatkan isu Jakarta, tragedi 1965 dan perkembangannya dalam prioritas teratas. Indonesia berada dalam urutan pertama dari banyak peristiwa yang harus dilaporkan CIA kala itu.
Berlanjut pada isi dokumen, CIA menyebutkan Mayor Jenderal Soeharto secara terbuka menyatakan berbeda dengan Presiden Soekarno. Terutama ihwal Angkatan Udara, yang menurut Soeharto terlibat dalam upaya kudeta. Sementara Soekarno tak mempercayai hal itu.

“Bahkan beberapa elite, militer mulai diterpa isu bahwa Soekarno pun terlibat dalam upaya kudeta berdarah itum” ujar dokumen.

Kondisi ibu kota, masih menurut laporan CIA kala itu, sangat tenang, meski beberapa aksi unjuk rasa penentangan terhadap komunis mulai bermunculan. Sementara itu di daerah ketegangan halus mulai terjadi. Terutama dalam wilayah basis massa pendukung komunis yang mendukung aksi Kolonel Untung.
Tahun ini persis setengah abad peringatan terjadinya tragedi 1965. Rabu lalu, Badan intelijen Amerika Serikat membuka kepada publik memo intelijen yang disampaikan kepada presiden mereka dalam kurun waktu 1961-1969. Pada periode Oktober 1965, tema laporan didominsasi oleh peristiwa kudeta yang gagal oleh Untung dan pendukungnya dari partai Komunis di Indonesia. (sip/sip)