Anggota DPRD Jakarta yang juga politisi PKS, Slamet Nurdin mengatakan bakal calon gubernur DKI Jakarta memang harus mempunyai nyali besar. Hal tersebut lantaran kondisi warga Jakarta yang beragam dan dinamika politik yang mudah berubah.
"Orang yang menyalonkan diri di Jakarta itu punya nyali besar soalnya warga Jakarta itu mengetahui informasi dengan baik. Apalagi politiknya penuh kejutan. Jokowi kejutan, Ahok juga kejutan. Jadi harus punya nyali," kata Slamet di Gedung DPRD Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (21/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adhyaksa harus diapresiasi. Nyali besae, jiwa muda dan masih jiwa aktivis," katanya.
"Masih dalam penjajakan. Belum ada pembicaraan Adhyaksa soalnya masih sibuk Musyawarah Wilayah dan Musyawarah Daerah. DPP juga lagi konsen untuk Pilkada serentak di Desember," katanya.
Sementara itu, terkait kehadiran dirinya pada deklarasi Adhyaksa Dault, Slamet mengatakan hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dilaturahmi.
"Hanya silaturahmi, kita diundang ya kita datang dong," katanya.
Sebelumnya, Adhyaksa Dault didaulat sejumlah tokoh publik untuk maju dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 pada Minggu (20/9). Meski telah didaulat untuk maju, Adhyaksa belum punya partai politik sebagai kendaraan politiknya dalam bursa pencalonan. Pendaulatan Adhyaksa diprakarsai oleh elemen masyarakat yang menamakan diri Forum Peduli Jakarta.
Sejumlah tokoh masyarakat dan artis tampak hadir untuk memberikan dukungan, diantaranya Mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Mayjen TNI Hendardji Soepandji, Anggota Komisi III DPR RI Tjatur Sapto Edy, Mantan Menteri Pertanian Suswono, pengamat politik Yudi Latif, serta publik figur seperti Cici Paramida, Olivia Zalianty, Siti KDI dan Mark Sungkar.
Selain Adhyaksa, beberapa nama disebut bakal maju calon gubernur DKI Jakarya. Mereka adalah pengusaha muda Sandiaga Uno. Sandiaga kini bergabung dengan Partai Gerindra. Dia disebut bakal dipasangkan dengan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga politisi PKS Triwisaksana.
Lalu ada Golkar yang telah menyiapkan tiga nama. Mereka adalah Ketua Komisi III (hukum) DPR Azis Syamsuddin, Wakil Ketua Komisi I (Pertahanan) DPR Tantowi Yahya dan Sekjen Golkar kubu Munas Bali Idrus Marham.
(hel/hel)
Lalu ada Golkar yang telah menyiapkan tiga nama. Mereka adalah Ketua Komisi III (hukum) DPR Azis Syamsuddin, Wakil Ketua Komisi I (Pertahanan) DPR Tantowi Yahya dan Sekjen Golkar kubu Munas Bali Idrus Marham.