Di hadapan kerumumanan awak media, Ketua Kwartir Nasional Pramuka itu tampak terisak menahan rasa haru. Dengan pernyataan yang terbata-bata, Adhyaksa menjawab dukungan para koleganya.
"Berat bagi saya meerima amanah ini. Saya takut sama hadis Rasul karena pemimpin adalah orang pertama yang dihisab jika punya salah. Tapi melihat dukungan ini, Bismillah, ayo saya jalan," kata Adhyaksa sambil menahan tangis di atas podium Ballroom Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Ahad (20/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi tolong bimbing saya. Tegur saya kalau ada salah. Jika kelak jadi gubernur, saya tidak makan uang haram. Sepeserpun tidak," kata Adhyaksa.
Meski telah didaulat untuk maju menjadi calon Gubernur DKI, Adhyaksa saat ini belum punya gaetan partai politik untuk menjadi kendaraan dia maju dalam bursa pencalonan.
Pendaulatan tersebut nantinya bakal dilanjutkan dengan proses pembentukan tim sukses, untuk kemudian diteruskan dengan komunikasi politik dengan partai-partai yang sekiranya tertarik dengan visi-misi Adhyaksa.
Pendaulatan Adhyaksa untuk maju dalam bursa pencalonan Gubernur DKI Jakarta diprakarsai oleh elemen masyarakat yang menamakan diri Forum Peduli Jakarta.
Sejumlah tokoh masyarakat dan artis tampak hadir dan turut memberikan testimoni dukungannya. Mereka yang turut hadir di antaranya mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Mayjen TNI Hendardji Soepandji, Anggota Komisi III DPR RI Tjatur Sapto Edy, Mantan Menteri Pertanian Suswono, pengamat politik Yudi Latif, serta publik figur lainnya seperti Cici Paramida, Olivia Zalianty, Siti KDI, dan Mark Sungkar. (stu)