Tibanya hari suci umat Islam tersebut diikuti dengan bertambahnya penghasilan para pekerja serabutan yang berdomisili di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Enjum tak sendiri melakoni peran menjaga hewan kurban yang dijual juragannya. Bersama tujuh orang temannya, ia kerap bergantian menjaga ratusan kambing yang dipamerkan di tepi jalan Kh. Mas Mansyur sejak pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga jualnya per kambing antara Rp2,2 juta sampai Rp2,6 juta. Semua kambingnya diambil dari daerah Jawa dan Lampung. Juragan pesannya dua minggu sebelum Idul Adha, datangnya hewan-hewan ini seminggu sebelum Idul Adha," ujarnya menjelaskan.
Pria lajang itu berkata, dia termasuk orang yang mendapat bayaran rendah untuk menjaga kambing-kambing milik juragannya. Teman-temannya yang lain dikatakan bisa mendapat upah hingga Rp500 ribu karena dapat membantu menyembelih hewan kurban saat Idul Adha tiba.
"Teman yang lain sudah bisa menyembelih, ada yang dapat Rp500 ribu tapi tidak setiap hari. Saya dibayar paling banyak Rp100 ribu saja," ujarnya.
Walaupun hanya mendapat bayaran maksimal Rp100 ribu per-harinya, namun Enjum merasa sangat terbantu dengan adanya uang tambahan tersebut. Kerasnya hidup di Ibu Kota membuatnya harus selalu mensyukuri berapapun upah yang diterima dari juragannya.
Enjum mengaku tidak tahu sampai kapan hewan kurban dijual oleh juragannya. Ia hanya bisa memperkirakan penjualan akan dilakukan hingga Sabtu (26/9) mendatang, bersamaan dengan masuknya batas hari tasyriq (tiga hari setelah Idul Adha).
Enjum berkata, setelah hari tasyriq tiba sisa hewan kurban yang belum terjual akan dikembalikan kepada pemasok. "Akan dikembalikan nanti. Yang penting sudah ada hewan yang terjual dan juragan balik modal," ujarnya.
Saat CNNIndonesia mengunjungi lapak usaha musiman juragannya, terlihat masih ada beberapa warga yang melihat-lihat kambing untuk dibeli. Menurut Enjum, rata-rata pembeli hewan kurban adalah penduduk sekitar Tanah Abang, atau kerabat juragannya.
"Kalau ada yang beli dari jauh, ya kami bisa antar. Nanti paling diberikan uang bensin. Tapi rata-rata yang beli orang dekat sini, belinya satu-satu kambing begitu," ujarnya. (utd)