"Kami mau dorong mobil dinas menggunakan Composed Natural Gas (CNG). Tahun depan saya mau coba, gubernur saja pakai mobil CNG," kata Ahok, dalam sambutannya di acara studi kelayakan CNG, Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (30/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebetulnya kami tahun depan enggak anggarkan beli mobil dinas. Mungkin ada harga khusus, kan, masih promosi," ujarnya.
"Justru yang melimpah di tanah air ini gas. Jadi kalau pakai CNG kita pakai produk bangsa Indonesia dan akan menambah devisa. Itu yang mau kami dorong," ujar Ahok.
Selain untuk mobil dinas, Ahok pun mendorong taksi di Jakarta menggunakan gas. Bahkan, Ahok ingin mengkaji taksi dapat masuk jalur TransJakarta.
"Kami pingin taksi juga pakai gas tapi taksi mesti uji dulu hitungan biayanya," kata Ahok.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andriyansah mengatakan saat ini penggunaan mobil BBG masih dalam taraf uji coba.
Menurut Andri, adanya mobil BBG juga tidak melanggar peraturan yang ada. Andri justru mengatakan yang perlu diperhatikan adalah jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang ada di Jakarta.
"Seumpama kami menerapkan kendaraan-kendaraan menggunakan gas, kami harus mikir SPBG. Itu bisa dikaji lagi," kata Andri. (utd)